MBLAQ Mir 'Curhat' Tentang Ayahnya

Translate in your LanguageMBLAQ's Magnae Mir bercerita mengenai Ayahnya di Crywold miliknya.

" Title: Dad!
Time: 2009.12.20 12:17

Ketika saya masih duduk di kelas 2 sekolah menengah, ayah saya tiba-tiba berhenti minum dan merokok.
Sebagai seseorang yang minum dan merokok sejak ia masih sekolah, berhenti tiba-tiba sangat mengejutkan keluarga.
Saya khawatir, jadi saya bertanya mengapa ia melakukannya.
Lalu ia berkata, “Saya semakin tua. Saya harus menjaga kesehatan saya.”
Saya ragu, tapi saya membiarkannya.

Suatu hari di musim gugur sebelum pergi hiking, saya meminta uang saku pada ayah.
Dia bertanya mengapa saya butuh uang saku untuk pergi hiking, dia menyuruh saya membuat bekal dari rumah saja.
Dia bersikeras tidak memberi saya uang. Maka saya buat bekal untuk makan siang.
Saya malu menghadapi teman saya. Saya sangat marah kepada ayah yang telah menolak permintaan saya.
Saya menelepon ibu saya dan mengeluh kepadanya.
Tapi ibu saya yang mendengarkan dengan diam akhirnya berkata,
“Posisi ayahmu sebagai penjamin gagal, membuat beban untuk keluarga. Dia bahkan tidak bisa meminjam 100 won, tapi dia berhutang pada orang lain untuk membiayai sekolahmu.”
Ketika itu saya langsung tahu kenapa ayah berhenti merokok, minum dan tidak bekerja.
Meskipun saya sedang hiking, saya merasa sedih sepanjang hari.
Itulah saat pertama dan terakhir saya membangkang dalam hidup saya.

-------
Ayah saya sangat keras kepala.
Ketika kami sedang berbincang, ia selalu memanggil “Ya!”, “Chul Yong-ah”, “Bang Chul Yong”. Saya sering mendengar, “Ingin jadi apa kau ketika besar nanti?”
Sampai saya mulai bersekolah, ia masih menanyakan hal yang sama. Itu membuat saya tertekan.
Setelah debut saya sebagai penyanyi tanggal 15 Oktober 2009, saya menelepon ayah.
“Ayah, apakah saya melakukan dengan baik?” Dia menjawab, “Ya. Putra kami membuat kami sangat bangga.”
Mendengar kata-kata itu merupakan saat pertama sejak saya dilahirkan ketika saya merasa diberi kekuatan kapanpun saya merasa lelah, bahkan hingga saat ini.
Hari-hari yang saya lewatkan dengan ayah ketika saya masih sekolah tidak terasa berkesan.
Tapi sekarang saya sangat merindukan ayah.

Source: Koreanindo



Share this post!

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar